INISIATIF
Kualitas apakah yang dimiliki pemimpin, yang memungkinkan
mereka membuat segalanya menjadi kenyataan? Setidaknya ada empat hal, yaitu:
1.Mereka tahu apa yang mereka inginkan.
Pemain piano yang senang humor, Oscar Levant, pernah
bergurau, “ketika sudah mengambil keputusan, saya malah tidak tahu apa
keputusannya.” Sayangnya, demikianlah sesungguhnya keadaan banyak orang. Namun
tak seorangpun yang bisa efektif jika sulit mengambil keputusan. Seperti yang
dikatakan oleh Napoleon Hill,”titik awal dari setiap prestasi adalah keinginan
yang besar.” Jika ingin menjadi seorang pemimpin yang efektif, kita harus
mengetahui apa yang kita inginkan terlebih dahulu. Itulah satu-satunya cara
bagi kita untuk mengenali peluang yang akan datang.
2.Mereka mendorong diri sendiri untuk bertindak.
Ada pepatah lama mengatakan “we can if we want.” Para
inisiator tidak menunggu motivasi dari orang lain. Mereka tahu bahwa mereka
bertanggung jawab untuk mendorong diri sendiri keluar dari wilayah nyaman.
Mereka membiasakan diri melakukannya. Itulah sebabnya mengapa seseorang seperti
presiden Theodore Roosevelt, salah seorang pemimpin besar yang berinisiatif di
abad ke 20, dengan mengatakan, “tak ada yang brilian atau yang menonjol dalam
rekor saya, kecuali mungkin satu hal. Saya melakukan hal-hal yang saya percaya
harus dilakukan…dan setelah mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu, saya
pun bertindak.”
3.Mereka lebih berani mengambil resiko.
Jika para pemimpin mengetahui apa yang mereka inginkan dan
dapat mendorong diri sendiri untuk bertindak, mereka masih memiliki satu
hambatan: kesediaan untuk mengambil resiko. Orang-orang proaktif selalu
mengambil resiko. Namun salah satu alas an mengapa para pemimpin yang baik bersedia
mengambil resiko adalah karena mereka sadar bahwa tidak mengambil inisiatif
juga pada harganya. Presiden John F.Kennedy menyatakan, “setiap tindakan
memiliki resiko dan harga yang harus di bayar, namun jauh lebih kecil daripada
risiko dan harga jangka panjang jika kita tidak mengambil tindakan apa-apa,
walaupun itu terasa nyaman.”
4.Mereka membuat lebih banyak kekeliruan.
Kabar baik mengenai para inisiator adalah mereka membuat
segalanya menjadi kenyataan. Kabar buruknya adalah mereka membuat banyak kekeliruan.
Pendiri IBM, Thomas J. Watson menyadari hal ini ketika berkomentar, “cara untuk
mereih kesuksesan adalah dengan melipatgandakan tingkat kegagalan anda.” Para
pemimpin yang berinisiatif tidak merasa terganggu sekali pun mengalami banyak
kegagalan. Semakin besar potensi mereka, semakin besar pula kemungkinan mereka
mengalami kegagalan. Senator Robert Kennedy merangkumnya, “hanya mereka yang
berani mengalami kegagalan besarlah yang dapat mencapai kesuksesan besar.” Jika
ingin mencapai hal-hal besar sebagai pemimpin, kita harus bersedia mengambil
inisiatif dan mengambil resiko.
Untuk meningkatkan inisiatif, kita bias melakukan hal-hal
berikut ini:
Ubahlah cara berfikir. Jika kita kurang berinisiatif,
sadarilah bahwa persoalannya ada di dalam diri kita, bukan orang lain.
Tentukanlah mengapa kita ragu-ragu mengambil tindakan. Apakah kita takut pada
resiko? Apakah kita berkecil hati karena banyaknya kegagalan di masa lalu?
Tidakkah kita melihat potensi peluang yang ada? Carilah sumber keraguan dan
atasilah itu. Kita takkan dapat maju jika tidak mulai dari dalam diri sendiri.
Jangan menunggu hingga peluang mengetuk pintu kita. Peluang
tidaklah datang mengetuk pintu. Kita yang harus mencarinya. Inventariskanlah
aset, talenta, dan sumber daya yang ada. Dengan demikian kita akan mengetahui
potensi yang ada. Pilihlah peluang terbaik yang kamu lihat, dan
tindaklanjutilah semampnya. Jangan berhenti hingga kita telah melakukan segala
hal untuk membuatnya menjadi kenyataan.
~NL~


0 komentar :
Posting Komentar