Maaf Akang teteh, Blog nya masih dalam Perbaikan :) Nuhun

36%

Kami akan memberitahukan jika Blog sudah bisa dikunjungi kembali :) trimakasih Sementara diahlihkan ke osismpksmkn2.blogspot.com

Blog masih dalam tahap perbaikan dan sekaligus Updating widget, silahkan menunggu :) mohon maaf sebesar besarnya. kami akan memperbaikinya secepat mungkin #handi HandiNovian.blogspot.com.
Copyright © OSIS MPK SMKN 2 SUKABUMI
Distributed By Handi Novian| Blogger Theme By HandiNovian

Senin, 03 Maret 2014

PENTINGNYA BERORGANISASI DI SEKOLAH

Pengalaman ber organisasi itu mutlak perlu dan bukan datang dengan sendirinya, melainkan kita yang harus mencari. Pertanyaan sederhana, kenapa si penting mengikuti organisasi? kalau menurut para aktifis organisasi begini, karena di sana kita belajar berkomunikasi, belajar memahami orang lain dan menerima pendapat.


Manfaat Berorganisasi


Lewat beroganisasi, kita belajar untuk bisa menyampaikan pendapat. Dan kadang kita pula harus menerima pendapat orang lain kalau memang mereka lebih baik pendapatnya. Dari proses itulah tanpa disadari kita belajar berkomunikasi, kita di latih untuk berkomuniaksi tanpa harus membaca banyak buku. Yang namanya organisasi kan adalah kumpulan dari beberapa orang yang memiliki tujuan berasama dan ingin meraihnya bersama. Dan cara memperoleh tujuan itulah dengan cara berkomunikasi.

Mungkin terlihat sederhana dan sepele, bisa jadi pun tidak ada artinya bagi orang lain. Kebanyakan ada yang menilai sinis tentang organisasi dan bahkan ada yang menakut nakuti kalau orang yang mengikuti ornganisasi nantinya tidak bisa mengatur waktu dan sekolahnya malah jadi ga beres. 

Itu pendapat keliru, kita bisa ko dapat prestasi tinggi walau aktif organisasi. Banyak yang telah membuktikannya. Sekarang kita pikir sederhana aja dah, kalau memang kalian angep organisasi itu ngabisin waktu, lalu kalian mau ngapain dengan waktu kalian? apakah kalian punya sesuatu yang lebih bermanfaat dari organisasi? kalau kalian hanya menghindar karena takut kehabisan waktu, dan kalian hanya diam saja. Kalian ga dapet apa apa kan?


Bedanya orang yang aktif organisasi dan tidak

Satu sisi lain, nanti terlihat antara orang yang sering atau pernah berorganisasi. Ia lebih pandai dan tanggap kalau berbicara, sudah tidak malu untuk tampil di depan umum. Atau kalau di beri saran, mereka akan lebih bisa menerima tidak kolot seperti mereka yang tidak pernah berorganisasi. Sebab di akui atau tidak, suatu saat kita akan berbicara di depan umum. Entah jadi ketua RT nantinya atau sekedar memberi sambutan. Nah kalau kalian tidak pernah melatih untuk berbicara seperti itu, suatu saat akan cangung. 

Coba deh liat saat di acara acara resmi ada yang memberikan sambutan. Terlihat kan mana yang aktif dan bisa di ajak diskusi dan mana yang pasif, dan orang yang pasif itu pula kalau ngomong liat deh.Apakah nantinya omongannya tertata? nah itu pula yang membedakan semua yang aktif organisasi atau tidak. Walaupun setiap orang punya kemampuan yang berbeda dalam menyampaikan pendapat. Paling tidak, kalian akan tau hasil akhir dari manfaat pentingnya mengikuti organisasi di sekolah



~NL~

Sabtu, 01 Maret 2014

INISIATIF SEORANG PEMIMPIN

INISIATIF


Kualitas apakah yang dimiliki pemimpin, yang memungkinkan mereka membuat segalanya menjadi kenyataan? Setidaknya ada empat hal, yaitu:

1.Mereka tahu apa yang mereka inginkan.

Pemain piano yang senang humor, Oscar Levant, pernah bergurau, “ketika sudah mengambil keputusan, saya malah tidak tahu apa keputusannya.” Sayangnya, demikianlah sesungguhnya keadaan banyak orang. Namun tak seorangpun yang bisa efektif jika sulit mengambil keputusan. Seperti yang dikatakan oleh Napoleon Hill,”titik awal dari setiap prestasi adalah keinginan yang besar.” Jika ingin menjadi seorang pemimpin yang efektif, kita harus mengetahui apa yang kita inginkan terlebih dahulu. Itulah satu-satunya cara bagi kita untuk mengenali peluang yang akan datang.

2.Mereka mendorong diri sendiri untuk bertindak.

Ada pepatah lama mengatakan “we can if we want.” Para inisiator tidak menunggu motivasi dari orang lain. Mereka tahu bahwa mereka bertanggung jawab untuk mendorong diri sendiri keluar dari wilayah nyaman. Mereka membiasakan diri melakukannya. Itulah sebabnya mengapa seseorang seperti presiden Theodore Roosevelt, salah seorang pemimpin besar yang berinisiatif di abad ke 20, dengan mengatakan, “tak ada yang brilian atau yang menonjol dalam rekor saya, kecuali mungkin satu hal. Saya melakukan hal-hal yang saya percaya harus dilakukan…dan setelah mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu, saya pun bertindak.”

3.Mereka lebih berani mengambil resiko.

Jika para pemimpin mengetahui apa yang mereka inginkan dan dapat mendorong diri sendiri untuk bertindak, mereka masih memiliki satu hambatan: kesediaan untuk mengambil resiko. Orang-orang proaktif selalu mengambil resiko. Namun salah satu alas an mengapa para pemimpin yang baik bersedia mengambil resiko adalah karena mereka sadar bahwa tidak mengambil inisiatif juga pada harganya. Presiden John F.Kennedy menyatakan, “setiap tindakan memiliki resiko dan harga yang harus di bayar, namun jauh lebih kecil daripada risiko dan harga jangka panjang jika kita tidak mengambil tindakan apa-apa, walaupun itu terasa nyaman.”

4.Mereka membuat lebih banyak kekeliruan.

Kabar baik mengenai para inisiator adalah mereka membuat segalanya menjadi kenyataan. Kabar buruknya adalah mereka membuat banyak kekeliruan. Pendiri IBM, Thomas J. Watson menyadari hal ini ketika berkomentar, “cara untuk mereih kesuksesan adalah dengan melipatgandakan tingkat kegagalan anda.” Para pemimpin yang berinisiatif tidak merasa terganggu sekali pun mengalami banyak kegagalan. Semakin besar potensi mereka, semakin besar pula kemungkinan mereka mengalami kegagalan. Senator Robert Kennedy merangkumnya, “hanya mereka yang berani mengalami kegagalan besarlah yang dapat mencapai kesuksesan besar.” Jika ingin mencapai hal-hal besar sebagai pemimpin, kita harus bersedia mengambil inisiatif dan mengambil resiko.

Untuk meningkatkan inisiatif, kita bias melakukan hal-hal berikut ini:
Ubahlah cara berfikir. Jika kita kurang berinisiatif, sadarilah bahwa persoalannya ada di dalam diri kita, bukan orang lain. Tentukanlah mengapa kita ragu-ragu mengambil tindakan. Apakah kita takut pada resiko? Apakah kita berkecil hati karena banyaknya kegagalan di masa lalu? Tidakkah kita melihat potensi peluang yang ada? Carilah sumber keraguan dan atasilah itu. Kita takkan dapat maju jika tidak mulai dari dalam diri sendiri.

Jangan menunggu hingga peluang mengetuk pintu kita. Peluang tidaklah datang mengetuk pintu. Kita yang harus mencarinya. Inventariskanlah aset, talenta, dan sumber daya yang ada. Dengan demikian kita akan mengetahui potensi yang ada. Pilihlah peluang terbaik yang kamu lihat, dan tindaklanjutilah semampnya. Jangan berhenti hingga kita telah melakukan segala hal untuk membuatnya menjadi kenyataan.

~NL~



Statistik Pengunjung

Artikel Populer

Member

Komentar

SMKN 2

Photobucket